Asma'ul Husna

Laman

Showing posts with label Ekonomi Islam. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Islam. Show all posts

Thursday, 12 December 2013

Zakat dan Konsumsi



C = Co + b Yd
Co = konsumsi yang tak tergantung income
b = MPC
Yd = income yang bisa dibelanjakan

Dimana dalam konvensional Yd = Y – Tx
Dalam Islam Tx konvensional tidak dikenal (lihat Al Kharaj, Abu Yusuf), maka, Yd = Y – Z. karena kewajiban bukan hanya untuk muslim (berupa zakat) tetapi juga non muslim (berupa Kharaj & Jizyah), maka Yd = Y – Z – Jz – Kh.

Dengan demikian konsumsi menjadi

C = Co + b (Y – Z –Jz – Kh)
C = Co + bY – bZ – bJz – bKh

Berarti Z (zakat) berkorelasi negative terhadap C (konsumsi), dimana Z naik maka C berkurang? Betul! Karena persamaan diatas tepat bagi golongan muzakki (orang kaya) dimana zakat akan mengurangi income yang mereka bisa belanjakan, sehingga secara keseluruhan zakat akan mengurangi kemampuan konsumsi mereka. Kalau begitu konsumsi dalam Islam ada dua: konsumsi untuk muzakki (orang kaya) yaitu Ci dan konsumsi untuk mustahik (fakir-miskin) yaitu Ck, dimana:

C total = Ci + Ck.

Ci = Co + bY – bZ – bJz – bKh
Ck = Z + Jz + Kh

C = Co + bY – bZ – bJz – bKh + (Z + Jz + Kh)
C = Co + bY + Z(1 – b) + Jz(1 – b) + Kh(1 – b) atau
C = Co + bY + (Z + Jz + Kh) (1 – b)

Selalunya MPC bernilai: 0 <> 0, maka Z akan selalu berkorelasi positif dengan C, zakat naik pastinya C naik. Secara makro zakat naik, konsumsi naik, output nasional juga naik. Ada zakat volume ekonomi bertambah. Kenapa akhirnya zakat berpengaruh positif padahal ia negatif ditangan orang-orang kaya? Kuncinya pada perbedaan sensitifitas konsumsi orang kaya dan orang fakir-miskin terhadap zakat (sebagai pemotong dan sumber income). Karena ada MPC, maka korelasi negatif zakat terhadap konsumsi pada muzakki akan lebih kecil daripada korelasi positif zakat terhadap konsumsi pada mustahik. Wallahu a’lam.

Sumber: Ali Sakti

Thursday, 21 November 2013

FoSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) DAN EKSISTENSINYA DI INDONESIA


Lebih dari tiga belas tahun sudah eksistensi FoSSEI di Indonesia, telah banyak kontribusi yang diberikannya untuk negri Indonesia ini khususnya dalam perkembangan Ekonomi Islam, melalui kader-kader ekonom muslim dari para mahasiswa yang semakin menjamur dan bersiap menghadapi tembok besar kapitalisme di muka bumi demi membumikan kembali suatu sistem yang adil bagi seluruh umat menurut syar'i.

Tuesday, 16 April 2013

KONSEP EKONOMI PEMBANGUNAN DALAM PERSPEKTIF KONVENSIONAL DAN ISLAM



Anggapan orang barat yang menganggap bahwa ekonomi Islam adalah ekonomi yang mengahambat pembangunan sama sekali tidak dapat dibuktikan. Islam adalah agama yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari kehidupan dunia seperti produksi, konsumsi, dan distribusi maupun kehidupan akhirat. Kesejahteraan kehidupan umat adalah tujuan utama dari ekonomi islam.

KONSEP DASAR EKONOMI ISLAM



Dari sejarah masa lalu dapat kita ambil satu kesimpulam bahwa ekonomi islam sudah diterapkan semenjak awal adanya agama sawami dimuka bumi. Hal ini tergambar dari perilaku habil dan qabil yang memiliki prinsip yang berbeda dalam mempersembahkan hasil pekerjaan meraka kepada sang khaliq. Prinsip pertama yang tergambar dari peristiwa habil dan qabil adalah adanya keinginan manusia untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan modal seminimal mungkin. Prinsip kedua adalah adanya keinginan untuk memperoleh keuntungan dengan membunuh lawan bisnis atau pelaku ekonomi lainnya.

Saturday, 11 February 2012

BAGAIMANA PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI ?


Banyak yang bertanya, negara Indonesia menggunakan sistem perekonomian yang seperti apa sih? Pertanyaan ini terlontar dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat akan sistem perekonomian yang ada.